“Bantuan kami salurkan secara bertahap dengan melihat kondisi di lapangan. Kami mulai dari warga terdampak gempa di Kabupaten Ngada pada 28 Agustus, berlanjut ke Nagekeo pada 29 Agustus, dan ditutup di Kabupaten Ende pada 30 Agustus,” ujar Risni.
Pendekatan tersebut membuat distribusi bantuan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari.
Bagi keluarga yang rumahnya rusak atau masih bertahan di lokasi pengungsian, kasur menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas dan waktu istirahat.
Sementara itu, paket kebutuhan khusus perempuan dan anak-anak diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan kelompok masyarakat yang memiliki kebutuhan spesifik selama masa tanggap darurat dan pemulihan.
Kasur hingga Kebutuhan Perempuan dan Anak jadi Perhatian
Situasi pengungsian membuat kebutuhan masyarakat terdampak bencana menjadi semakin beragam. Selain makanan dan minuman, warga juga membutuhkan perlengkapan yang dapat membantu mereka menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih layak.
Karena itu, bantuan berupa kasur menjadi salah satu bagian dari distribusi yang mendapat perhatian. Perlengkapan tersebut sangat berarti bagi keluarga yang belum dapat kembali menempati rumah secara normal akibat kerusakan yang ditimbulkan gempa.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
