“Ada 48 gereja yang direncanakan ikut, namun sampai pembukaan yang terkonfirmasi sebanyak 37 gereja ditambah satu tim Samaria dari perwakilan klasis sehingga total menjadi 38 tim,” jelasnya.
Selama tiga hari kegiatan, peserta mengikuti berbagai agenda seperti workshop kesehatan, lingkungan hidup, kelas minat dan bakat, pentas seni, hingga jelajah alam.
Pada hari pertama, peserta mengikuti workshop model panel dengan tiga pemateri yang membahas kesehatan dan lingkungan hidup, kemudian dilanjutkan dengan pentas seni pada malam hari.
Sementara pada hari kedua, peserta dibagi ke dalam 16 kelas peminatan sesuai minat masing-masing peserta.
“Semua peserta sudah mendaftar sesuai minat mereka dan dibagi ke dalam kelas-kelas dengan menghadirkan pemateri profesional,” katanya.
Beberapa kelas yang disiapkan panitia meliputi musik, tari, public speaking, digital kreatif, fotografi, hingga pentas seni antarjemaat.
Selain itu, panitia juga membuka kelas khusus bagi para pendamping terkait penanganan anak bermasalah serta penguatan pelayanan anak di lingkungan gereja.
Pada hari terakhir, peserta akan mengikuti kegiatan jelajah alam dengan titik start dari depan Gereja GMIT Pohonitos dan finis di Kolam Air Sagu.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
