Ia menilai keberagaman menjadi kekuatan utama masyarakat Kota Kupang dalam membangun persatuan dan semangat kebersamaan.
“Kota ini dibangun oleh banyak perbedaan: suku, agama, budaya, bahasa, dan latar belakang. Namun dari perbedaan itu, kita belajar bahwa kebangkitan tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kemampuan untuk berjalan bersama dalam semangat persaudaraan,” ungkapnya.
Serena juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan menjadikan Kota Kupang sebagai rumah bersama yang harmonis dan maju.
“Kebangkitan hari ini bukan lagi tentang mengangkat bambu runcing, melainkan mengangkat kualitas manusia. Bukan lagi melawan penjajahan fisik, melainkan melawan kemalasan, perpecahan, ketidakpedulian, dan ketertinggalan,” pungkasnya.
Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 di Kota Kupang ditutup dengan ajakan memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, serta memastikan pembangunan daerah terus berorientasi pada kemajuan bersama. (*/kt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
