Selain itu, ia menyoroti pentingnya keberadaan peta ancaman dan peta risiko bencana di setiap wilayah guna membantu masyarakat memahami kondisi lingkungan dan langkah yang harus diambil saat situasi darurat.
“Setiap daerah memiliki potensi bencana yang berbeda. Karena itu, persiapan harus dilakukan secara serius dengan melibatkan semua pihak. Kita harus siap siaga, karena kondisi saat bencana nyata tentu berbeda dengan simulasi,” tegasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kupang Novrianto Amtiran, Camat Takari Chritiyanto Djaranjoera, Program Manager Kedutaan Australia Yiyik Putri, Ketua FPRB Kabupaten Kupang Ellfrid Saneh, Direktur CIS Timor Haris Oematan, Kepala Desa Benu, unsur TNI/Polri, serta masyarakat setempat.
Melalui simulasi ini, diharapkan masyarakat semakin siap dan tanggap dalam menghadapi bencana, sehingga risiko dan dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan. (rnc/kt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
