Menurutnya, justru langkah masyarakat tersebut mencerminkan partisipasi aktif warga dalam menjaga fasilitas publik yang seharusnya diapresiasi oleh pemerintah.
“Sulit menilai apakah ini politis atau tidak. Yang jelas ada dua pesan penting: masyarakat terpanggil untuk menjaga fasilitas publik, dan ini menjadi sinyal bahwa potensi masyarakat bisa digerakkan untuk membantu negara,” jelasnya.
Ia menambahkan, fenomena ini harus dijadikan momentum bagi pemerintah untuk memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dalam menjaga dan merawat infrastruktur kota.
Aksi tambal jalan yang viral di media sosial tersebut tidak hanya menjadi simbol kritik, tetapi juga mencerminkan harapan masyarakat akan kehadiran negara yang lebih nyata dalam memenuhi kebutuhan dasar publik. (rnc04)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
