Kegiatan mengangkat tema adat Timor dari Helong, Semau hingga Malaka dan Belu. Rangkaian acara diharapkan mampu mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan serta melestarikan seni dan budaya lokal di tingkat kelurahan.
Rangkaian kegiatan diawali perlombaan dan kebersihan antar-RT pada 10–11 Agustus. Selanjutnya, puncak kegiatan berlangsung pada 12–14 Agustus dengan berbagai agenda, seperti pementasan seni dan tarian tradisional, vision show, lomba cita menu pangan lokal berbahan dasar jagung dan ubi, gelar budaya serta keterlibatan UMKM.
Maria Jeane menyebut pembiayaan kegiatan bersumber dari dukungan Pemerintah Kota Kupang melalui PAD Kecamatan Oebobo, swadaya masyarakat, sumbangan LKK dan para donatur.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang atas dukungan dan kehadiran bersama masyarakat Liliba. Apresiasi juga diberikan kepada pemerintah kelurahan, aparat keamanan, pemuda-pemudi, panitia serta seluruh masyarakat yang bergotong royong menyukseskan kegiatan.
Semangat kebersamaan tersebut dirangkum dalam ungkapan “Nekaf mese ansauf mese”, yang berarti satu hati, satu jiwa, sehati sepikir.
Melalui Pesta Rakyat Liliba 2026, masyarakat diharapkan tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga semakin mencintai budaya Timor, memperkuat persaudaraan dan membuka ruang pertumbuhan ekonomi bagi UMKM lokal. (*/kt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
