Kelapa Lima, KupangTimes.ID – Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Nusa Tenggara Timur menggelar pelatihan pelatih voli lisensi C-Daerah untuk Zona I NTT.
Sebanyak 45 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia olahraga voli di daerah.
Kegiatan berlangsung di Aula Pramuka, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Kamis (28/5/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga 30 Mei 2026.
Pelatihan ini menghadirkan empat instruktur berlisensi nasional, yakni Thomas Tupen, Jhon Seran, Ferry Kore Djo, dan Umbu Martinus.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Sekretaris Umum KONI NTT Alfons Thedorus, Sekretaris Umum Pengprov PBVSI NTT Januarius Seran SH., CELN, serta Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT Winston Neil Rondo.
Winston Rondo: Pelatih jadi Kunci Kebangkitan Voli NTT
Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT Winston Neil Rondo menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti pelatihan lisensi pelatih tersebut.
Menurutnya, kebangkitan voli NTT tidak hanya ditentukan oleh kompetisi maupun struktur organisasi, tetapi juga kualitas pelatih yang mampu melahirkan atlet-atlet berbakat.
“Pelatih hebat sedang kita bangun sekarang. Demi voli NTT menuju PON penuh bangga,” ujar Winston.
Ia mengaku bangga karena semangat membangun voli di NTT kini mulai tumbuh hingga ke daerah-daerah. Hal itu terlihat dari tingginya antusiasme peserta yang mengikuti pelatihan Zona I.
“Ini menunjukkan bahwa semangat membangun voli di daerah kita sangat hidup. Saya percaya, di ruangan ini sedang berkumpul orang-orang yang akan menjadi penggerak utama kebangkitan voli NTT di masa depan,” katanya.
Bagian dari Persiapan Menuju PON 2028
Pelatihan lisensi C-Daerah ini diikuti peserta dari daratan Timor, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan Alor. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan PBVSI NTT menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
PBVSI NTT mulai membangun fondasi sejak dini dengan meningkatkan kualitas pelatih sebagai ujung tombak pembinaan atlet usia muda.
Menurut Winston, NTT memiliki banyak potensi atlet voli yang menjanjikan. Namun, potensi tersebut membutuhkan pembinaan yang tepat agar dapat berkembang maksimal.
“Saya juga ingin menyampaikan bahwa NTT sebenarnya memiliki potensi atlet yang luar biasa. Anak-anak kita kuat, punya semangat juang tinggi. Mereka cepat belajar dan memiliki mental kompetitif. Tetapi potensi tanpa pembinaan hanya akan menjadi cerita,” jelasnya.
Diminta jadi Penggerak Voli di Daerah
Winston juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti seluruh materi dan praktik yang diberikan para instruktur dengan serius.
Ia menegaskan bahwa pelatihan ini tidak boleh dianggap sekadar seremoni atau formalitas administrasi, melainkan harus menjadi bekal pengetahuan untuk diterapkan dalam pembinaan atlet di daerah masing-masing.
“Sepulang dari pelatihan ini saya berharap saudara kembali melatih di daerah masing-masing, membangun klub, membina anak-anak muda, menciptakan disiplin latihan, dan menjadi motor penggerak voli di kabupaten/kota masing-masing,” pungkasnya. (kt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
