Prestasi tersebut turut mengangkat nama Theodora Ewalde Taek dalam bursa Pilkada Kota Kupang. PKB yang sebelumnya hanya dikenal sebagai partai pengusung, mulai tampil sebagai salah satu kekuatan politik yang kompetitif.
Tak hanya itu, berdasarkan penilaian kinerja yang dilakukan DPP PKB, DPC PKB Kota Kupang di bawah kepemimpinan Walde berhasil memperoleh nilai sempurna dan menempati peringkat pertama di tingkat Provinsi NTT serta peringkat ketiga secara nasional.
“Kalau DPP mengatakan ini berdasarkan penilaian kinerja, saya tidak tahu ukuran yang mana. Karena apa yang dilakukan Kota Kupang sudah menunjukkan capaian terbaik di NTT,” katanya.
Kritik terhadap DPP PKB
Walde menilai keputusan pergantian kepemimpinan tersebut seharusnya dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan berbagai capaian yang telah diraih kader di daerah.
Menurutnya, prestasi yang diperoleh PKB Kota Kupang bukan sekadar catatan di atas kertas, melainkan hasil kerja nyata yang telah membuat partai semakin dekat dengan masyarakat.
“DPP jangan subjektif. Sebagai kader perempuan, saya merasa pergantian ini tidak dipikirkan secara matang. Politik itu biasa, tetapi kalau pendatang baru bisa langsung memimpin, berarti partai kader itu tidak lagi berlaku di PKB,” tegasnya.
Pesan untuk Satario Pandie
Meski menyampaikan kritik, Walde tetap berharap Satario Pandie mampu melanjutkan serta meningkatkan capaian yang telah diraih selama ini.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
