Kupang, KupangTimes.id – Fenomena aksi masyarakat menambal jalan rusak di Kota Kupang mendapat perhatian dari kalangan akademisi. Pengamat Kebijakan Publik Universitas Nusa Cendana (Undana), Lazarus Jehamat, menilai gerakan tersebut sebagai bentuk kepedulian warga sekaligus peringatan keras bagi pemerintah.
Dalam wawancara dengan KupangTimes.id (RakyatNTT Network), Senin (26/4/2026), Lazarus menyebut aksi yang dilakukan kelompok masyarakat seperti Om Strom Cs merupakan respons atas minimnya perhatian terhadap infrastruktur dasar.
“Setiap inisiatif seperti ini patut diapresiasi. Ini menjadi alarm bahwa negara harus selalu hadir untuk masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa semata-mata beralasan keterbatasan fiskal untuk menjawab persoalan yang berkembang di publik. Ia menegaskan bahwa penyediaan infrastruktur dasar seperti jalan, pengelolaan sampah, lampu jalan, dan air bersih merupakan tanggung jawab utama negara.
“Soal APBD bukan sekadar ada atau tidak, tetapi soal kehadiran negara. Perbaikan infrastruktur adalah tugas pemerintah, sehingga negara harus segera berbenah,” tegasnya.
Lazarus juga mengingatkan agar fenomena ini tidak dilihat dari sudut pandang politik. Ia menilai Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena C. Francis tidak perlu mengaitkan gerakan masyarakat dengan isu elektabilitas atau kepentingan politik tertentu.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










