Kupang, KupangTimes.ID – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi membuka kegiatan dialog interaktif dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 tingkat Provinsi NTT. Kegiatan ini berlangsung di Aula El Tari Kupang, Kamis (30/4/2026).
Dialog tersebut mengusung tema “Membangun Kolaborasi dan Sinergi antara Pemerintah, Dunia Usaha dan Serikat Pekerja/Buruh dalam Melindungi dan Menciptakan Pekerja yang Kontributif dan Membangun Menuju NTT yang Sejahtera”.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja sebagai tiga pilar utama dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis.
“Pengusaha tidak bisa berjalan tanpa pekerja, dan pekerja tidak dapat bekerja tanpa keberlangsungan usaha. Karena itu, diperlukan titik temu dan kompromi yang produktif agar kedua pihak dapat berkembang bersama,” ujar Gubernur.
Ia juga menyoroti sejumlah tantangan ketenagakerjaan di NTT, seperti masih tingginya angka pengangguran, dominasi sektor primer, serta keterbatasan kompetensi tenaga kerja. Selain itu, defisit neraca perdagangan daerah dinilai menjadi sinyal perlunya percepatan hilirisasi dan industrialisasi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT mendorong transformasi tenaga kerja melalui peningkatan kapasitas, pelatihan, dan sertifikasi kompetensi. Gubernur juga menekankan pentingnya keselarasan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri (link and match), serta memperluas akses informasi pasar kerja.
Di sektor pekerja migran, Pemprov NTT menghadirkan solusi melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus guna mencegah praktik percaloan dan eksploitasi. Selain itu, direncanakan pembukaan jalur penempatan tenaga kerja langsung dari Kupang ke luar negeri untuk meningkatkan pengawasan dan perlindungan.
Tak hanya itu, Gubernur turut mendorong lahirnya wirausaha baru dari kalangan pekerja. Melalui dukungan pembiayaan KUR dan pembinaan UMKM, pekerja diharapkan mampu “naik kelas” menjadi pelaku usaha.
“May Day tidak hanya menjadi momentum memperjuangkan hak pekerja, tetapi juga menjadi titik awal bagi pekerja untuk bermimpi dan mempersiapkan diri menjadi pengusaha,” tegasnya.
Sementara itu, panitia kegiatan melaporkan bahwa dialog ini bertujuan memperkuat pemahaman terkait perlindungan tenaga kerja, menciptakan hubungan industrial yang harmonis, serta membangun kolaborasi lintas sektor.
Kegiatan ini diikuti sekitar 300 peserta dari unsur pemerintah, TNI/Polri, BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, organisasi pengusaha, serikat pekerja, akademisi, mahasiswa, hingga organisasi masyarakat sipil.
Dialog berlangsung dalam format panel diskusi dan tanya jawab dengan menghadirkan narasumber dari berbagai sektor, termasuk pemerintah, aparat penegak hukum, BPJS Ketenagakerjaan, serta perwakilan pekerja dan pengusaha.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir rekomendasi konkret untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten, terlindungi, dan berdaya saing, demi mewujudkan NTT yang lebih sejahtera. (*/kt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
