Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi hingga dinamika geopolitik, Pancasila tetap menjadi jangkar moral yang menjaga persatuan bangsa.
Usai membacakan sambutan Kepala BPIP, Wali Kota Kupang menyampaikan pesan khusus mengenai pentingnya menjaga keberagaman yang menjadi ciri khas Kota Kupang.
“Di Kota Kupang, keberagaman bukan menjadi penghalang, tetapi menjadi kekuatan. Keberagaman bukan menjadi jarak pemisah, tetapi menjadi jembatan. Dan kita semua selalu bisa hidup dalam sebuah harmoni,” ujar Christian Widodo.
Menurutnya, harmoni bukan berarti semua orang harus memiliki kesamaan dalam segala hal, melainkan kemampuan untuk hidup berdampingan secara damai dengan tetap menghormati perbedaan yang ada.
Ia mengibaratkan Kota Kupang seperti kain tenun yang terdiri dari berbagai warna, motif, dan pola yang berbeda, namun menghasilkan keindahan ketika dirangkai secara seimbang.
Wali Kota juga menegaskan bahwa fondasi utama yang menjaga harmoni tersebut adalah Pancasila. Ia mengingatkan bahwa Nusa Tenggara Timur memiliki kedekatan historis dengan lahirnya Pancasila karena nilai-nilai dasar negara tersebut lahir dari perenungan Bung Karno saat masa pengasingannya di Ende.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
