Mengutip pemikiran Henry Ford, ia menegaskan bahwa datang bersama merupakan sebuah permulaan, tetap bersama adalah kemajuan, dan mampu bekerja bersama merupakan sebuah kesuksesan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak terus memperkuat persatuan dan menjaga kebersamaan.
“Mari kita buktikan bahwa keberagaman di Kota Kupang bukan alasan untuk terpisah, tetapi alasan untuk semakin kuat sebagai satu keluarga besar. Persatuan bukan berarti menjadi sama, tetapi mampu berjalan bersama meski berbeda,” ajaknya.
Ia menambahkan, selama nilai-nilai Pancasila terus hidup dalam hati masyarakat, Indonesia akan tetap kuat dan Kota Kupang akan terus menjadi rumah yang aman, damai, nyaman, dan penuh harapan bagi semua orang.
Rangkaian upacara ditutup dengan penyerahan simbolis bantuan bangku taman kepada Pemerintah Kota Kupang dari Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang dan Fakultas Teknik Dili Institute of Technology (DIT) Timor-Leste.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Dekan Fakultas Teknik Unwira, Dr. Don Gaspar N. Da Colista, S.T., M.T., dan diterima langsung oleh Wali Kota Kupang.
Penyerahan bantuan itu menjadi simbol kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mendukung penataan ruang publik yang lebih nyaman, estetis, dan ramah bagi masyarakat Kota Kupang. (*/kt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
