iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Wali Kota Kupang Promosikan Budaya Rote di Rakernas APEKSI 2026, Ti’ilangga Curi Perhatian Nasional

Avatar photo
walkot kupang
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memanfaatkan panggung nasional Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Kota Medan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kota Kupang melalui penampilan etnis Rote dalam Karnaval Budaya Nusantara, Kamis (4/7/2026) malam. (Foto: Prokopim Kota Kupang)
  • Bagikan

Selain itu, kain tenun khas Rote juga diberikan kepada istri Wali Kota Medan dan Ketua APEKSI sebagai bentuk promosi budaya Nusa Tenggara Timur.

Budaya Rote jadi Representasi Kota Kupang yang Majemuk

Christian Widodo menjelaskan, pemilihan budaya Rote bukan tanpa alasan. Sebagai ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang merupakan rumah bagi masyarakat dari berbagai suku dan etnis yang hidup berdampingan dalam keberagaman.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
Baca Juga:
Genjot PAD hingga 50 Persen, Pemkot Kupang Perkuat Pembiayaan Daerah demi Kesejahteraan Warga

Salah satu komunitas terbesar yang menjadi bagian dari kehidupan Kota Kupang adalah masyarakat Rote.

“Kota Kupang adalah kota yang majemuk. Warga kami berasal dari berbagai latar belakang budaya dan etnis yang hidup berdampingan dalam semangat persaudaraan. Pada kesempatan ini kami memilih mempromosikan budaya Rote sebagai representasi dari kekayaan budaya yang hidup dan berkembang di Kota Kupang,” ujarnya.

Menurutnya, keberagaman budaya merupakan aset penting yang dapat mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Bagi Kota Kupang yang bertumpu pada sektor jasa, budaya memiliki potensi besar sebagai daya tarik. Identitas budaya mampu menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi wisatawan sekaligus memperkuat citra kota,” katanya.

Karnaval Budaya akan Jadi Agenda Tahunan

Komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam melestarikan budaya, lanjut Christian, telah diwujudkan melalui penyelenggaraan Karnaval Budaya pada peringatan HUT ke-140 Kota Kupang dan Hari Jadi ke-30 sebagai daerah otonom.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *