Selain itu, kain tenun khas Rote juga diberikan kepada istri Wali Kota Medan dan Ketua APEKSI sebagai bentuk promosi budaya Nusa Tenggara Timur.
Budaya Rote jadi Representasi Kota Kupang yang Majemuk
Christian Widodo menjelaskan, pemilihan budaya Rote bukan tanpa alasan. Sebagai ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang merupakan rumah bagi masyarakat dari berbagai suku dan etnis yang hidup berdampingan dalam keberagaman.
Salah satu komunitas terbesar yang menjadi bagian dari kehidupan Kota Kupang adalah masyarakat Rote.
“Kota Kupang adalah kota yang majemuk. Warga kami berasal dari berbagai latar belakang budaya dan etnis yang hidup berdampingan dalam semangat persaudaraan. Pada kesempatan ini kami memilih mempromosikan budaya Rote sebagai representasi dari kekayaan budaya yang hidup dan berkembang di Kota Kupang,” ujarnya.
Menurutnya, keberagaman budaya merupakan aset penting yang dapat mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Bagi Kota Kupang yang bertumpu pada sektor jasa, budaya memiliki potensi besar sebagai daya tarik. Identitas budaya mampu menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi wisatawan sekaligus memperkuat citra kota,” katanya.
Karnaval Budaya akan Jadi Agenda Tahunan
Komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam melestarikan budaya, lanjut Christian, telah diwujudkan melalui penyelenggaraan Karnaval Budaya pada peringatan HUT ke-140 Kota Kupang dan Hari Jadi ke-30 sebagai daerah otonom.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










