Warga Amfoang Diterkam Buaya saat Mandi di Muara Naus, Tim SAR Turun Tangan

buaya-2
Ilustrasi AI
  • Bagikan

Ambal, KupangTimes.ID – Seorang warga Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut (Ambal), Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan diterkam buaya saat mandi di Muara Naus, Sabtu (16/5/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Mindis (28), warga RT 06/RW 03 Dusun II, Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat.

Baca Juga:
Skandal Pajak Bapenda: 4 Oknum Terlibat, Wali Kota Kupang Minta Proses Hukum tanpa Kompromi

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa mengerikan itu terjadi sekitar pukul 08.30 WITA ketika korban bersama seorang rekannya pergi ke muara untuk mandi.

Sesampainya di lokasi, korban berjalan menuju bibir muara usai membuka pakaian. Namun secara tiba-tiba seekor buaya muncul dan langsung menerkam korban sebelum menyeretnya ke dalam air.

Rekan korban bersama warga setempat sempat melakukan pencarian awal dibantu personel Polsek Amfoang Utara. Namun hingga beberapa jam setelah kejadian, korban belum berhasil ditemukan.

Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang pada pukul 17.00 WITA untuk meminta bantuan operasi SAR.

Baca Juga:
Pemkot Kupang Gandeng PLN, Hasil Pengolahan Sampah TPST Alak Disiapkan jadi Bahan Bakar PLTU Bolok

Laporan diterima dari Kapolsek Amfoang Utara, IPTU Valenso. Setelah melakukan koordinasi, Tim SAR Kupang langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 17.25 WITA.

Sebanyak sembilan personel rescuer diberangkatkan menggunakan dua unit rescue car dengan membawa satu unit perahu karet, mesin tempel 30 PK, peralatan SAR darat, alat komunikasi, perlengkapan medis, serta peralatan pendukung lainnya.

Tim SAR diperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 22.25 WITA setelah menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 130 kilometer.

Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan Polsek Amfoang Utara dan keluarga korban sebelum melakukan pencarian bersama unsur gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Kupang, pihak Kecamatan Amfoang Barat Laut, masyarakat setempat, dan keluarga korban.

Hingga Sabtu malam, korban masih belum ditemukan. Operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Minggu (17/5/2026) pukul 06.00 WITA. (*/kt1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version