“Setelah dua hari mengikuti berbagai kegiatan, peserta diajak refreshing melalui jelajah alam lalu ditutup dengan acara penutupan pada malam hari,” tambah Rexsmith.
Ia menjelaskan, seluruh peserta diinapkan di rumah-rumah warga jemaat selama kegiatan berlangsung. Konsep tersebut sengaja dirancang agar anak-anak dapat belajar hidup bersama masyarakat secara langsung.
“Ini menjadi bagian penting dari pembentukan iman sesuai tema kegiatan,” ujarnya.
Menurut Rexsmith, konsep jambore yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat diharapkan mampu membentuk kemampuan anak dalam berinteraksi sosial, menjaga kebersihan, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kota Kupang terhadap pelaksanaan Jambore PART Tahun 2026.
Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Tim Klasis Kota Kupang di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Kupang pekan lalu.
“Ini kegiatan yang sangat baik untuk pendidikan rohani dan pembinaan anak muda. Pemerintah Kota Kupang mendukung langkah Klasis Kota Kupang,” ujar Serena.
Menurutnya, kegiatan jambore bukan sekadar pertemuan anak-anak gereja, tetapi menjadi wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta ruang belajar yang sehat bagi generasi muda Kota Kupang. (*/kt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
