BPBD Kota Kupang Gandeng Driver Transportasi Online Lewat TOP Ranger, Perkuat Respons Cepat Bencana

lokakarya BPBD
Workshop Lanjutan Penyusunan Modul TOP Ranger pada Kamis (25/6/2026). (Foto: Ist)
  • Bagikan

Kupang, KupangTIMES.ID – Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat sistem penanggulangan bencana dengan menghadirkan inovasi TOP Ranger (Transportasi Online Peduli Relawan Bencana). Program ini menggandeng para pengemudi transportasi online sebagai relawan untuk mendukung respons cepat saat terjadi bencana.

Sebagai bagian dari penguatan implementasi program, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang bersama Program SIAP SIAGA NTT menggelar Workshop Lanjutan Penyusunan Modul TOP Ranger pada Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan memfinalisasi sekaligus mengesahkan Modul Bimbingan Teknis TOP Ranger sebagai standar pelatihan bagi para relawan pengemudi transportasi online.

Workshop diikuti tim penyusun modul, BPBD Kota Kupang, perwakilan pengemudi transportasi online, serta Program SIAP SIAGA NTT. Selama kegiatan, peserta menelaah, menyempurnakan, dan memverifikasi materi pelatihan yang nantinya diterapkan melalui bimbingan teknis dan simulasi lapangan.

Baca Juga:
GBIS Bukit Zaitun Sikumana Bangun Gereja Baru, Sekda Kota Kupang Dorong Penguatan Iman Jemaat

Jadi Produk Bersama Pemerintah Kota Kupang

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., mengatakan penyusunan modul TOP Ranger merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dan menjadi bagian dari inovasi Pemerintah Kota Kupang dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Saya bersyukur karena akhirnya kita sampai pada tahap penyusunan modul ini. Ini bukan produk BPBD semata, melainkan produk Pemerintah Kota Kupang. Saya berharap bapak dan ibu memiliki kebanggaan yang sama karena turut berkontribusi dalam pembentukan produk ini,” ujar Ernest.

Ia menjelaskan, pada awalnya TOP Ranger hanya dirancang sebagai jaringan pelapor kejadian bencana. Namun, konsep tersebut berkembang menjadi sistem yang memungkinkan para pengemudi ikut membantu proses tanggap darurat.

“Awalnya saya hanya berharap TOP Ranger menjadi mata dan telinga kami, artinya menjadi pelapor setiap peristiwa bencana. Namun ternyata berkembang menjadi tangan dan kaki kami juga, yakni melakukan pertolongan pertama, membantu distribusi logistik, hingga mendukung evakuasi. Ini menjadi capaian yang sangat luar biasa apabila dapat diwujudkan,” katanya.

Empat Peran Strategis Driver Transportasi Online

Sejak dibentuk, TOP Ranger telah menetapkan empat peran utama bagi para pengemudi transportasi online, yaitu:

  • Membantu proses evakuasi masyarakat terdampak.
  • Menyampaikan informasi kedaruratan secara cepat.
  • Mendukung distribusi bantuan logistik.
  • Memberikan pendampingan kepada masyarakat terdampak bencana.

Pada tahap penyusunan modul kali ini, pembahasan difokuskan pada dua materi utama, yakni penyampaian informasi kedaruratan dan teknik evakuasi. Sementara materi mengenai distribusi logistik dan pendampingan masyarakat akan dikembangkan pada tahap berikutnya karena memerlukan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah.

Respons atas Tingginya Risiko Bencana di Kota Kupang

Program TOP Ranger lahir sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi di Kota Kupang, seperti banjir, angin kencang, tanah longsor, siklon tropis, hingga kekeringan.

Data BPBD Kota Kupang mencatat, sepanjang periode 2021 hingga 2025 terjadi 620 kejadian bencana. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 177 kejadian, sedangkan sepanjang tahun 2025 terdapat 77 kejadian bencana.

Di sisi lain, keterbatasan jumlah personel penanggulangan bencana menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan layanan yang cepat kepada masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Kota Kupang mengembangkan pendekatan kolaboratif melalui kemitraan pemerintah dan sektor swasta (Public-Private Partnership/PPP) dengan memanfaatkan mobilitas tinggi para pengemudi transportasi online yang beroperasi hampir selama 24 jam.

Dengan jangkauan yang luas, para pengemudi dinilai berpotensi menjadi first responder yang mampu menjangkau lokasi kejadian lebih cepat dibandingkan mekanisme konvensional.

Modul Pelatihan Disusun agar Relawan Bekerja Profesional

BPBD Kota Kupang menegaskan bahwa seluruh peran relawan harus dijalankan secara profesional, aman, dan sesuai prosedur. Oleh karena itu, penyusunan modul pelatihan menjadi langkah penting untuk memastikan setiap relawan memiliki kompetensi yang memadai.

Dalam workshop, peserta membahas sejumlah materi utama, di antaranya manajemen evakuasi yang taktis dan inklusif, penanganan kelompok rentan serta penyandang disabilitas, hingga sistem penyebarluasan informasi peringatan dini yang mudah dipahami masyarakat.

Area Manager Program SIAP SIAGA NTT, Silvia Fanggidae, mengapresiasi proses penyusunan modul yang dinilai partisipatif karena melibatkan langsung para pengemudi transportasi online, termasuk pengemudi perempuan.

“Dengan kehadiran para pengemudi online, mereka bisa langsung memberikan masukan terhadap modul-modul ini. Jadi mereka bukan hanya menjadi pelaksana, tetapi juga ikut menyumbangkan gagasan,” ujarnya.

Menurut Silvia, keterlibatan langsung para pengemudi memastikan setiap prosedur dalam modul benar-benar aplikatif di lapangan sekaligus tetap sejalan dengan regulasi dan standar keselamatan.

Baca Juga:
Wali Kota Kupang Ajak Warga Rawat Toleransi, Keberagaman Jadi Kekuatan Kota Kasih

Perkuat Kolaborasi Multi-Pihak Hadapi Dampak Perubahan Iklim

Finalisasi modul TOP Ranger diharapkan menghasilkan dokumen pelatihan yang komprehensif, terstandar, dan siap diterapkan melalui bimbingan teknis maupun simulasi lapangan.

Selain itu, para peserta juga menyusun rencana tindak lanjut guna memastikan peningkatan kapasitas relawan berlangsung secara berkelanjutan.

Melalui TOP Ranger, Pemerintah Kota Kupang memperkuat model kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, sektor swasta, akademisi, dan mitra pembangunan dalam menghadapi ancaman bencana yang semakin kompleks akibat perubahan iklim.

Inovasi ini menjadi bukti bahwa respons darurat tidak hanya bergantung pada petugas kebencanaan, tetapi juga pada kolaborasi seluruh elemen masyarakat yang siap bergerak cepat ketika bencana terjadi. (kt1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version