Berbagai persoalan tersebut berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, termasuk terganggunya aktivitas nelayan, gagal panen akibat kekeringan, hingga kerusakan infrastruktur.
Ketangguhan Bencana Harus Menjadi Budaya Bersama
Gubernur Melki menekankan bahwa upaya membangun ketangguhan terhadap bencana tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), melainkan harus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Ketangguhan harus menjadi budaya bersama. Ketangguhan harus menjadi bagian dari cara kita merencanakan pembangunan, mengelola lingkungan, memperkuat pelayanan dasar, dan melindungi masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, membangun ketangguhan bencana pada hakikatnya juga berarti membangun ketahanan pangan, ketahanan air, ketahanan ekonomi keluarga, serta masa depan masyarakat NTT.
Apresiasi Gerakan KENCANA dari Kemendagri
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri RI yang telah menginisiasi Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA).
Menurutnya, kecamatan memiliki posisi strategis sebagai simpul pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat sehingga berperan penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
