Kupang Barat, KupangTIMES.ID – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, mengajak generasi muda untuk menjadikan doa dan firman Tuhan sebagai fondasi utama dalam meraih kesuksesan hidup. Menurutnya, kerja keras harus berjalan seiring dengan ketergantungan penuh kepada Tuhan.
Pesan tersebut disampaikan Johni Asadoma saat menjadi pembicara pada Camp Pemuda GMIT Kefas Oetete Tahun 2026 yang digelar di Aula Taman Wisata Boneana, Kabupaten Kupang, Jumat (10/7/2026).
“Doa dan firman Tuhan adalah senjata yang dahsyat. Setelah semua usaha dan kerja keras kita lakukan, maka pada akhirnya otoritas Tuhanlah yang akan membawa kita pada kesuksesan, pencapaian tertinggi, dan kebahagiaan sejati. Menggantungkan diri pada Tuhan itu hukumnya mutlak,” tegas Johni Asadoma.
Kesuksesan Sejati Dimulai dari Kedekatan dengan Tuhan
Di hadapan para peserta camp, Johni menegaskan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual maupun kerja keras semata.
Menurutnya, kesuksesan sejati lahir dari hubungan yang dekat dengan Tuhan serta kehidupan yang dibangun di atas iman yang kuat.
Ia kemudian membagikan pengalaman pribadinya dalam meniti karier hingga dipercaya menjadi Wakil Gubernur NTT.
Johni mengungkapkan bahwa sejak kecil dirinya telah dibiasakan mengawali setiap aktivitas dengan doa dan selalu mengandalkan Tuhan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
“Saya memulai hari selalu dengan doa, berani bersaksi dalam pelayanan, dan selalu mengandalkan Tuhan. Tuhan selalu memberi jalan dan kekuatan saat menghadapi kesulitan. Mengapa kita tidak pernah kekurangan? Karena kita bersandar kepada Tuhan sebagaimana firman-Nya dalam Yeremia 17:7, ‘Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN’,” ungkapnya.
Iman Diuji Melalui Tantangan Hidup
Johni mengingatkan para pemuda bahwa perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu mudah. Menurutnya, setiap orang akan menghadapi ujian dan tantangan yang menjadi bagian dari proses pembentukan karakter.
“Tuhan tidak selalu memberi kondisi yang instan. Tidak selamanya kita langsung sukses, tetapi di situlah iman kita diuji. Iman yang kokoh dan ketekunan dalam doa akan membuat kita siap menghadapi setiap tantangan. Itulah yang membawa kita pada kesuksesan sejati,” katanya.
Ia menilai ketekunan dalam berdoa dan kesabaran menghadapi proses merupakan bekal penting untuk membangun pribadi yang tangguh.
Pemimpin Harus Berani dan Peduli Sesama
Selain membahas kehidupan rohani, Johni Asadoma juga menekankan pentingnya membangun karakter kepemimpinan sejak usia muda.
Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki keberanian mengambil keputusan, mampu mengesampingkan kepentingan pribadi, serta memiliki empati dan kepedulian terhadap sesama.
Ia mengajak para peserta untuk mulai melatih kepemimpinan melalui hal-hal sederhana, terus mengembangkan talenta, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang mandiri dengan mental yang kuat.
Cetak Generasi Berintegritas dan Takut akan Tuhan
Camp Pemuda GMIT Kefas Oetete tahun ini mengusung tema “Growing in Christ Together in Love” yang diambil dari Kolose 3:14.
Johni berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual dan manajerial, tetapi juga memiliki ketangguhan fisik, karakter yang kuat, jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, serta takut akan Tuhan.
“Ingat ini baik-baik, anak-anak sekalian. Agar hidupmu memiliki tujuan yang jelas, arah yang benar, serta senantiasa memuliakan nama Tuhan, menjadi kebanggaan keluarga dan berdampak positif dalam membantu sesama,” pesannya.
Kegiatan Camp Pemuda GMIT Kefas Oetete turut dihadiri Ketua UPP Pemuda GMIT Kefas Pdt. Aplonia Gaspersz, Pnt. Hetty Beda-Katu, serta seluruh peserta camp yang mengikuti rangkaian pembinaan kepemudaan tersebut. (*/kt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
