Karena itu, ia mendorong panitia pembangunan bersama jemaat, para penasihat dan seluruh pihak terkait untuk menyusun perencanaan secara baik. Kapasitas bangunan, kebutuhan ruang serta perkembangan jumlah jemaat perlu menjadi bagian dari perencanaan.
Dengan perencanaan tersebut, gedung gereja yang dibangun diharapkan dapat digunakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi jemaat lintas generasi.
Johni juga menekankan bahwa pembangunan gedung gereja yang baik harus berjalan seiring dengan pembangunan kehidupan iman jemaat.
Menurutnya, gedung gereja yang megah akan memiliki makna yang lebih besar apabila diikuti dengan meningkatnya aktivitas persekutuan, pelayanan dan pembinaan jemaat.
Johni Asadoma: Gereja Jangan hanya Ramai Hari Minggu
Wakil Gubernur NTT itu mendorong agar aktivitas gereja tidak hanya berlangsung pada hari Minggu.
Ia mengajak jemaat memanfaatkan gedung gereja untuk berbagai kegiatan, seperti latihan paduan suara, kelompok Pemahaman Alkitab (PA), pembinaan jemaat, kegiatan anak dan pemuda serta berbagai bentuk pelayanan lainnya.
“Jangan cuma hari Minggu kita datang ke gereja. Setiap hari harus ada kegiatan di gereja. Silakan pendeta mengatur kegiatan, sehingga gereja yang sudah dibangun dengan baik ini benar-benar bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










