Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan pekerjaan baik yang telah dirintis oleh para pendahulu.
Setiap pengorbanan dalam proses pembangunan gereja, katanya, merupakan bagian dari sejarah iman yang patut dihormati dan disyukuri.
Pdt. Naomi juga mengutip 1 Korintus 3:11: “Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.”
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa Yesus Kristus diyakini sebagai dasar pembangunan Gereja GMIT Imanuel Kukak. Karena itu, pembangunan fisik gereja diharapkan senantiasa berjalan seiring dengan pembangunan iman dan kehidupan persekutuan jemaat.
Gereja jadi Investasi bagi Generasi Mendatang
Pdt. Naomi menegaskan bahwa pembangunan gereja juga perlu dipandang sebagai investasi bagi generasi mendatang.
Gedung gereja yang dibangun diharapkan menjadi tempat anak-anak, generasi muda dan keluarga jemaat bertumbuh dalam iman, mendengarkan firman Tuhan, melayani serta mengambil bagian dalam kehidupan gereja.
“Peletakan batu hari ini adalah investasi kekekalan, investasi menyelamatkan jiwa, investasi memuridkan dan investasi memuliakan Tuhan,” ungkap Pdt. Naomi.
Ia menggambarkan gereja sebagai rumah doa, rumah pengajaran dan rumah misi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
