Oelamasi, KupangTIMES.ID – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan dan perluasan Gereja GMIT Imanuel Kukak, Klasis Sulamu, Kabupaten Kupang, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan diawali dengan ibadah bersama jemaat. Kehadiran Wakil Gubernur NTT tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi NTT terhadap pembangunan kehidupan keagamaan sekaligus penguatan peran gereja di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Johni Asadoma mengajak seluruh jemaat memaknai pembangunan gereja bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi sebagai bagian dari pelayanan dan persekutuan umat.
Ia mengingatkan panitia dan jemaat agar pembangunan dilakukan dengan perencanaan yang matang. Menurutnya, proses pembangunan tidak perlu dipaksakan selesai dalam waktu singkat apabila hal tersebut mengorbankan kualitas dan keberlanjutan bangunan.
“Bangun tidak usah buru-buru. Yang penting gereja ini berdiri bagus dan kita proyeksikan bisa dipakai sampai 50 tahun ke depan,” kata Johni.
Gereja GMIT Imanuel Kukak Perlu Antisipasi Pertumbuhan Jemaat
Johni mengatakan pembangunan Gereja GMIT Imanuel Kukak perlu mempertimbangkan kebutuhan jemaat dalam jangka panjang, termasuk kemungkinan bertambahnya jumlah anggota jemaat pada masa mendatang.
Karena itu, ia mendorong panitia pembangunan bersama jemaat, para penasihat dan seluruh pihak terkait untuk menyusun perencanaan secara baik. Kapasitas bangunan, kebutuhan ruang serta perkembangan jumlah jemaat perlu menjadi bagian dari perencanaan.
Dengan perencanaan tersebut, gedung gereja yang dibangun diharapkan dapat digunakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi jemaat lintas generasi.
Johni juga menekankan bahwa pembangunan gedung gereja yang baik harus berjalan seiring dengan pembangunan kehidupan iman jemaat.
Menurutnya, gedung gereja yang megah akan memiliki makna yang lebih besar apabila diikuti dengan meningkatnya aktivitas persekutuan, pelayanan dan pembinaan jemaat.
Johni Asadoma: Gereja Jangan hanya Ramai Hari Minggu
Wakil Gubernur NTT itu mendorong agar aktivitas gereja tidak hanya berlangsung pada hari Minggu.
Ia mengajak jemaat memanfaatkan gedung gereja untuk berbagai kegiatan, seperti latihan paduan suara, kelompok Pemahaman Alkitab (PA), pembinaan jemaat, kegiatan anak dan pemuda serta berbagai bentuk pelayanan lainnya.
“Jangan cuma hari Minggu kita datang ke gereja. Setiap hari harus ada kegiatan di gereja. Silakan pendeta mengatur kegiatan, sehingga gereja yang sudah dibangun dengan baik ini benar-benar bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya.
Johni kemudian mengajak seluruh jemaat dan panitia pembangunan untuk bergandengan tangan menyukseskan pembangunan Gereja GMIT Imanuel Kukak.
Menurutnya, pembangunan rumah ibadah membutuhkan kerja bersama, doa, pengorbanan dan dukungan seluruh jemaat serta berbagai pihak.
Peletakan Batu Pertama Tandai Babak Baru Pembangunan
Pada kesempatan tersebut, Johni Asadoma secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan dan perluasan Gereja GMIT Imanuel Kukak.
Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya tahapan pembangunan gedung gereja GMIT Imanuel Kukak Klasis Sulamu.
Pembangunan ini sekaligus melanjutkan perjalanan panjang jemaat dalam menghadirkan tempat ibadah yang mampu mendukung kehidupan persekutuan dan pelayanan gereja.
Pdt. Naomi: Pembangunan Gereja Melanjutkan Perjuangan Para Perintis
Sementara itu, Pdt. Naomi Henukh Sodakain dalam khotbahnya mengajak jemaat memaknai peletakan batu pertama sebagai kelanjutan dari karya dan perjuangan para perintis jemaat yang telah meletakkan dasar pembangunan sejak 2004.
Menurut Pdt. Naomi, perjalanan pembangunan Gereja GMIT Imanuel Kukak merupakan sejarah yang dibangun melalui doa, pengorbanan, pelayanan dan kebersamaan jemaat bersama berbagai pihak.
Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan pekerjaan baik yang telah dirintis oleh para pendahulu.
Setiap pengorbanan dalam proses pembangunan gereja, katanya, merupakan bagian dari sejarah iman yang patut dihormati dan disyukuri.
Pdt. Naomi juga mengutip 1 Korintus 3:11: “Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.”
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa Yesus Kristus diyakini sebagai dasar pembangunan Gereja GMIT Imanuel Kukak. Karena itu, pembangunan fisik gereja diharapkan senantiasa berjalan seiring dengan pembangunan iman dan kehidupan persekutuan jemaat.
Gereja jadi Investasi bagi Generasi Mendatang
Pdt. Naomi menegaskan bahwa pembangunan gereja juga perlu dipandang sebagai investasi bagi generasi mendatang.
Gedung gereja yang dibangun diharapkan menjadi tempat anak-anak, generasi muda dan keluarga jemaat bertumbuh dalam iman, mendengarkan firman Tuhan, melayani serta mengambil bagian dalam kehidupan gereja.
“Peletakan batu hari ini adalah investasi kekekalan, investasi menyelamatkan jiwa, investasi memuridkan dan investasi memuliakan Tuhan,” ungkap Pdt. Naomi.
Ia menggambarkan gereja sebagai rumah doa, rumah pengajaran dan rumah misi.
Dengan demikian, keberadaan gedung baru nantinya diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah setiap hari Minggu, tetapi juga menjadi ruang pembinaan anak dan pemuda, ibadah rumah tangga, kegiatan pelayanan serta berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.
Pembangunan Gereja GMIT Imanuel Kukak pun diharapkan menjadi bagian dari perjalanan iman jemaat sekaligus ruang yang memperkuat persekutuan dan pelayanan bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. (*/kt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










