“Menunda kesenangan bukan berarti menolak kebahagiaan, tetapi melatih diri agar tidak dikendalikan oleh keinginan. Nilai sederhana ini mengandung makna yang sangat mendalam dan layak menjadi inspirasi bagi kita semua,” ujar Christian Widodo.
Apresiasi Kontribusi Umat Buddha bagi Kota Kupang
Wali Kota mengaku bersyukur dapat hadir bersama umat Buddha meski di saat yang sama memiliki agenda pemerintahan lainnya.
Menurutnya, kehadiran tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus wujud kasih Pemerintah Kota Kupang kepada umat Buddha yang selama ini turut memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah melalui sektor ekonomi, sosial, budaya, hingga kegiatan kemanusiaan.
Ia juga memberikan apresiasi atas berbagai kegiatan sosial yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, seperti donor darah, bakti sosial, aksi peduli lingkungan, hingga kunjungan ke panti sosial.
Menurutnya, aktivitas tersebut membuktikan bahwa nilai-nilai agama tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Nilai agama harus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Donor darah, bakti sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bentuk nyata pengamalan ajaran agama yang membawa manfaat bagi sesama,” tegasnya.
Keberagaman adalah Kekuatan Kota Kasih
Christian Widodo menegaskan Pemerintah Kota Kupang akan terus mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya memperkuat kerukunan, persatuan, dan pembangunan karakter masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
