Menurutnya, membangun kota bukan hanya membangun jalan, gedung, maupun infrastruktur lainnya, tetapi juga membangun manusia yang berkarakter, bermoral, serta saling menghormati.
Dalam konteks itu, organisasi keagamaan seperti Permabudhi dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat toleransi, persaudaraan, dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai fondasi Kota Kupang sebagai Kota Kasih.
Permabudhi: Waisak Momentum Menebar Cinta Kasih
Ketua Permabudhi Provinsi NTT, Indra Effendy, mengatakan Perayaan Trisuci Waisak merupakan momentum mengenang tiga peristiwa agung dalam kehidupan Sang Buddha sekaligus menghayati nilai kasih sayang universal sebagaimana tema Waisak tahun ini, “Dharma Menjaga Kedamaian Dunia.”
Ia menegaskan nilai-nilai Dharma harus diwujudkan melalui kepedulian sosial, pengendalian diri, serta komitmen menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.
Indra juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah memberikan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan Waisak.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam memfasilitasi kehidupan beragama sekaligus merawat harmoni dan toleransi di Kota Kupang.
Rangkaian peringatan Waisak 2570 BE tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial, mulai dari pendalaman Dharma, donor darah, bakti sosial, aksi peduli lingkungan, kunjungan ke panti sosial, hingga puncak Perayaan Trisuci Waisak.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
