“Tidak hanya berjualan di event kebudayaan saja di Kelurahan Liliba. Untuk keberlanjutan, jualan bisa masuk di SABOAK, agar setiap Jumat, Sabtu, Minggu juga bisa berjualan,” jelasnya.
Generasi Muda Diminta Tak Kehilangan Akar Budaya
Selain mendorong penguatan ekonomi, Serena menekankan pentingnya menjaga budaya dan jati diri generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial.
Ia mengajak para orang tua untuk terus memperkenalkan budaya lokal kepada anak-anak. Dengan demikian, generasi muda dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dan akar budaya.
“Kepada generasi muda Liliba, teruslah maju, teruslah berkreasi, tetapi jangan pernah kehilangan akar. Budaya bukan sesuatu yang harus kita simpan di masa lalu. Budaya harus kita hidupkan, kita kembangkan, dan kita wariskan kepada generasi berikutnya,” tegas Serena.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar menggunakan media sosial secara bijak serta memiliki prinsip dan karakter yang kuat untuk menghindari berbagai dampak negatif, termasuk perundungan atau bullying.
Serena berharap pesta rakyat tersebut tidak sekadar berlangsung meriah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan, membuka kesempatan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Angkat Identitas Budaya Timor
Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Liliba, Maria Jeane Salem, menjelaskan bahwa kegiatan digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus merayakan identitas Kota Kupang yang dibangun dari keberagaman suku dan etnis.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










