Langkah Nyata Menyelamatkan Anak dari HIV AIDS dan Stigma Sosial

Reporter : Dedy Editor: Redaksi
Langkah Nyata Menyelamatkan Anak dari HIV AIDS dan Stigma Sosial
  • Bagikan

JAKARTA — Anak-anak adalah pemilik masa depan, tidak terkecuali bagi mereka yang lahir atau hidup dengan status HIV (Human Immunodeficiency Virus). Di tengah kompleksitas penanganan medis, tantangan terbesar dalam menyelamatkan anak dari HIV AIDS justru sering kali bukan berasal dari virus itu sendiri, melainkan dari tebalnya dinding stigma dan diskriminasi di lingkungan sosial.

Berdasarkan data kesehatan, mayoritas kasus HIV pada anak-anak penularannya terjadi melalui jalur perinatal (dari ibu ke bayi selama masa kehamilan, persalinan, atau menyusui). Situasi ini menempatkan anak-anak sebagai korban tidak langsung yang paling rentan kehilangan hak-hak dasarnya, mulai dari hak atas kesehatan, pendidikan, hingga ruang bermain yang aman.

Untuk memastikan api harapan mereka tidak padam, diperlukan sinergi dari berbagai lini masyarakat melalui langkah-langkah strategis berikut:

1. Memutus Rantai Penularan Sejak dalam Kandungan (PMTCT)

Langkah paling hulu dalam menyelamatkan anak dari HIV AIDS adalah dengan memperkuat program Prevention of Mother-to-Child Transmission (PMTCT).

Pemerintah terus mendorong para ibu hamil untuk melakukan skrining kesehatan secara dini. Ketika seorang ibu hamil terdeteksi positif HIV, pemberian terapi Antiretroviral (ARV) secara cepat dan patuh dapat menekan jumlah viral load dalam tubuh hingga ke tingkat yang sangat rendah, sehingga risiko penularan virus ke bayi yang dikandungnya dapat ditekan hingga di bawah 1-5 persen.

2. Menjamin Keberlanjutan Terapi ARV bagi Anak

Bagi anak-anak yang sudah hidup dengan HIV (ADHA), obat ARV adalah nafas kehidupan mereka. Obat ini tidak mematikan virus secara total, namun mampu mengontrol replikasi virus secara efektif di dalam darah.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version