Seba, KupangTimes.ID – Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, mengikuti Zoom Meeting bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Ditjen Otoda), Rabu (29/4/2026).
Pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Bupati ini menjadi bagian dari forum Rembuk dan Bincang-Bincang Otonomi Daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Plt. Kepala BKPSDMD, Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesra, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, serta Kepala Bagian Umum Setda Sabu Raijua.
Forum ini bertujuan mengevaluasi layanan Ditjen Otoda kepada pemerintah daerah, menginventarisasi dukungan pusat, serta membahas isu strategis penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Dalam forum tersebut, Bupati Krisman memaparkan sejumlah agenda prioritas pembangunan Kabupaten Sabu Raijua yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat.
Salah satu fokus utama adalah optimalisasi potensi kelautan daerah. Krisman menegaskan bahwa Sabu Raijua memiliki potensi besar di sektor garam, rumput laut, perikanan tangkap, hingga budidaya udang. Namun, keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala dalam memaksimalkan potensi tersebut.
Ia mendorong adanya intervensi pemerintah pusat untuk mengelola lahan tidur serta meningkatkan produktivitas komoditas unggulan, khususnya garam, agar mampu memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua juga menyatakan dukungan penuh terhadap sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tengah berjalan di wilayah tersebut. Program tersebut meliputi Badan Gizi Nasional (BGN), Kampung Nelayan, Koperasi Desa Merah Putih, serta pembangunan Sekolah Rakyat.
Bupati Krisman mengungkapkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat saat ini sedang berproses, termasuk penyelesaian administrasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai syarat teknis.
Di sektor kesehatan, peningkatan status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sabu Raijua menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas akses layanan kesehatan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mendukung peningkatan akreditasi rumah sakit.
Tak hanya itu, Krisman juga menyoroti kebutuhan mendesak pembangunan bandara baru. Saat ini, Bandara Tardamu dinilai memiliki keterbatasan karena hanya mampu melayani pesawat kecil seperti Susi Air.
Menurutnya, pembangunan bandara dengan landasan lebih panjang dan kokoh sangat dibutuhkan agar dapat melayani pesawat berbadan besar. Hal ini diharapkan dapat membuka konektivitas yang lebih luas, memperlancar distribusi logistik, serta mempercepat pembangunan daerah.
Partisipasi aktif Bupati Krisman dalam forum ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dalam memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat pusat.
Dengan mendorong sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, berbagai program strategis diharapkan dapat terealisasi secara bertahap demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sabu Raijua. (*/kt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
