Oebobo, KupangTimes.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) berkomitmen penuh untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal, adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, serta didukung oleh disiplin tinggi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam Upacara Kesadaran ASN lingkup Pemprov NTT yang berlangsung di Halaman Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Senin (18/5/2026).
Upacara khidmat ini dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambros Kodo, selaku Komandan Upacara. Turut hadir Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, jajaran Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah, serta seluruh ASN di lingkup Pemprov NTT.
Penghormatan untuk Almarhum Alexander Koroh
Di sela-sela upacara, Gubernur bersama seluruh peserta menyempatkan diri melakukan doa bersama untuk menghormati Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi NTT, almarhum Alexander Koroh. Almarhum mengembuskan napas terakhirnya di Jakarta pada Minggu (17/5/2026) saat tengah menjalankan tugas kedinasan.
“Pak Alex meninggal dalam tugas sebagai Kepala Dinas PMD di Jakarta. Ini kepergian yang memberikan duka mendalam bagi kita semua,” ungkap Gubernur Laka Lena dengan nada penuh belasungkawa.
Evaluasi Massal Pelayanan Publik di Era Digital
Menghadapi tantangan zaman, Gubernur Laka Lena menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera melakukan evaluasi internal. Fokus utama evaluasi ini adalah memperkuat adaptasi sistem pelayanan publik berbasis digital agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Memasuki era digital saat ini, kita perlu menyesuaikan diri dalam melaksanakan pelayanan. Saya meminta setiap OPD segera melakukan evaluasi internal terkait pelayanan publik untuk melihat sejauh mana manfaat yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Untuk memastikan transparansi, Gubernur meminta instansi pelayanan melibatkan masyarakat secara langsung melalui penyebaran kuesioner atau instrumen penilaian kualitas layanan.
“Masukan masyarakat menjadi dasar untuk melakukan pembenahan pelayanan. Peran ASN sangat penting untuk memastikan seluruh indikator pelayanan publik dapat dipenuhi secara optimal,” tambahnya.
Hubungan Fiskal, PAD, dan Kesejahteraan ASN
Selain digitalisasi, Gubernur juga menyoroti korelasi erat antara kualitas pelayanan publik dengan capaian PAD. Menurutnya, pelayanan publik yang prima membutuhkan dukungan kondisi fiskal daerah yang sehat dan stabil.
Realisasi PAD yang kuat dinilai menjadi faktor krusial dalam menyokong pembangunan daerah sekaligus memenuhi hak kesejahteraan ASN, termasuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Dalam momen tersebut, Gubernur memberikan apresiasi khusus kepada BPSDM Provinsi NTT yang sukses mengamankan realisasi PAD hingga mencapai 70 persen. Sebaliknya, OPD dengan capaian PAD yang masih rendah ditegur untuk segera berbenah melalui evaluasi internal.
Pelayanan Tetap Berjalan di Tengah Agenda Padat
Gubernur juga mengingatkan agar dinamika agenda pemerintahan—baik di dalam maupun di luar daerah—tidak boleh mengorbankan pelayanan kepada masyarakat. Pemanfaatan sistem digital dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga koordinasi dan roda pemerintahan tetap berputar cepat.
Sebagai penutup rangkaian upacara, Gubernur didampingi Wakil Gubernur NTT menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun secara simbolis kepada perwakilan ASN Pemprov NTT yang akan memasuki masa purna bakti pada Juni 2026 mendatang. (*/kt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
