iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

IGD dan Rawat Inap Puskesmas Ndao Ditutup, DPRD Rote Ndao Tegaskan Tak Ada Alasan Hentikan Layanan

Avatar photo
IGD tutup
Ilustrasi AI
  • Bagikan

Ia mengakui adanya kendala tenaga kesehatan yang enggan bertugas di Pulau Ndao, namun menilai hal tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menutup layanan.

“Memang saya sudah koordinasi, katanya tenaga kesehatan enggan ke Ndao. Tapi itu bukan alasan, harus dicari solusinya,” ujarnya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
Baca Juga:
Pemkab Alor Terima Bantuan CSR Bank NTT, Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Ia mendorong pemerintah daerah untuk memberikan insentif khusus bagi tenaga kesehatan yang bersedia bertugas di wilayah terpencil tersebut, yang dapat dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Selain itu, Denison juga menekankan pentingnya penegakan aturan kepegawaian.

Menurutnya, tenaga kesehatan yang telah dimutasi tetapi menolak bertugas harus diberikan sanksi sesuai ketentuan, bukan justru berdampak pada terhentinya pelayanan publik.

“Saya ingatkan, tidak ada alasan untuk menutup pelayanan kesehatan,” tegasnya kembali.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Puskesmas Ndao maupun Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao belum memberikan keterangan resmi terkait kebijakan tersebut.

Penutupan layanan IGD dan rawat inap ini menjadi perhatian serius karena menyangkut hak dasar masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, cepat, dan berkelanjutan. (rnc/kt1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *