Dulu Belajar Tiga Shift, Kini SD Inpres Naimata Berubah Total Berkat Revitalisasi Pendidikan

SDI Naimata-2
Para siswa bermain di depan gedung baru. (Foto: Rocky/KupangTIMES.ID)
  • Bagikan

Melalui Program Revitalisasi Pendidikan, sekolah tersebut kini mengalami perubahan signifikan.

Pemerintah membangun 12 ruang kelas baru, sehingga kapasitas sekolah meningkat secara drastis. Bahkan, hingga saat ini masih tersedia satu ruang kelas yang belum terpakai dan dapat dimanfaatkan apabila jumlah peserta didik terus bertambah.

Baca Juga:
Wawali Luncurkan Program PKM Berdampak Undana 2026, Perkuat Kolaborasi Riset untuk Pembangunan Daerah

Semakin Diminati Orang Tua

Perubahan sistem pembelajaran menjadi satu shift ternyata meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap SD Inpres Naimata.

Martinus mengatakan, dalam sepekan terakhir sejumlah orang tua telah memindahkan anak mereka ke sekolah tersebut karena dinilai lebih sesuai dengan aktivitas keluarga, terutama bagi orang tua yang bekerja.

“Hari ini kami menerima 539 siswa dan jumlah itu akan terus bertambah. Ini menjadi satu-satunya sekolah di Kecamatan Maulafa yang sudah menerapkan satu shift. Selama satu pekan terakhir sudah ada orang tua yang memindahkan anaknya ke sekolah kami karena mereka terkendala waktu kerja untuk mengantar dan menjemput anak jika sekolah masih menggunakan sistem beberapa shift,” jelasnya.

Pihak sekolah optimistis jumlah peserta didik akan terus meningkat seiring semakin baiknya fasilitas dan kualitas layanan pendidikan.

Baca Juga:
Pergub Jam Belajar Diluncurkan, Gubernur NTT Batasi Penggunaan Gawai Anak

Dilengkapi Toilet Inklusif

Program Revitalisasi Pendidikan tidak hanya menghadirkan ruang kelas baru, tetapi juga melengkapi sekolah dengan berbagai fasilitas pendukung.

Baca Juga:
Rayakan Hardiknas di Fatukoa, Wawali Serena Tekankan Pendidikan Inklusif dan Berbasis Budaya

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version