Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi digital dan kemudahan akses informasi melalui media sosial, generasi muda tidak cukup hanya memiliki kemampuan menggunakan teknologi. Mereka juga harus mampu memilah informasi, berpikir kritis, serta membangun karakter yang positif.
Ia menilai budaya literasi harus dibangun melalui keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga hingga komunitas masyarakat.
Kebiasaan membaca, lanjutnya, tidak boleh hanya menjadi aktivitas pembelajaran di sekolah, tetapi harus tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dari membaca, ada banyak hal positif yang bisa kita peroleh. Karena itu, budaya literasi harus tumbuh bukan hanya di sekolah, tetapi juga di rumah dan di ruang-ruang lain di tengah masyarakat,” ujarnya.
Serena juga mengajak anak-anak dan generasi muda Kota Kupang menjadikan membaca sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban sekolah.
Menurutnya, membaca merupakan salah satu cara untuk memperluas wawasan, menemukan gagasan baru, mengembangkan kreativitas, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
“Membaca adalah cara terbaik untuk mengenal dunia lebih luas, menemukan gagasan baru, dan mempersiapkan diri untuk masa depan,” ungkapnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
