Topik : 

Rayakan Hardiknas di Fatukoa, Wawali Serena Tekankan Pendidikan Inklusif dan Berbasis Budaya

wawali serena
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis menari bersama siswa saat acara peringatan Hardiknas di UPTD SD Negeri Nefosaka, Kelurahan Fatukoa, Sabtu (2/5/2026). (Foto: Dok. Prokopim Setda Kota Kupang)
  • Bagikan

Mengusung tema nasional “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Serena menekankan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Mengutip pepatah “it takes a village to raise a child”, ia menilai kolaborasi antara orang tua, tokoh adat, pemerintah, dan peserta didik di Fatukoa menjadi contoh nyata pendidikan yang hidup dan partisipatif.

Baca Juga:
Pergub Jam Belajar Diluncurkan, Gubernur NTT Batasi Penggunaan Gawai Anak

Lebih lanjut, ia mengajak dunia pendidikan untuk bertransformasi menghadapi perkembangan zaman. Menurutnya, guru kini berperan sebagai fasilitator yang mendorong kreativitas dan potensi siswa.

“Anak-anak bukan objek, tetapi subjek yang aktif dan kreatif. Kita harus memberi ruang bagi mereka untuk berkembang dan berani menyampaikan pendapat,” katanya.

Baca Juga:
Refleksi 64 Tahun Undana, Rektor Jefri Bale Soroti Semangat Melayani dan Kebersamaan

Festival Budaya Fatukoa yang digelar bersamaan menjadi simbol penting bahwa pendidikan harus tetap berakar pada budaya lokal. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota tampil mengenakan kain tenun khas Helong sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas daerah.

“Budaya adalah fondasi karakter. Jika kita kehilangan akar, kita akan kehilangan arah,” ujarnya.

Baca Juga:
Dulu Belajar Tiga Shift, Kini SD Inpres Naimata Berubah Total Berkat Revitalisasi Pendidikan

Kepada para siswa, Serena juga membagikan pengalaman pribadinya yang tidak selalu unggul secara akademik, sebagai motivasi agar mereka tetap percaya diri dan berani bermimpi.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version