Pesan tersebut sejalan dengan prinsip pemerintahan yang diusungnya, yakni “To Govern Is To Serve” atau memerintah adalah melayani.
“Setiap kewenangan harus dimaknai sebagai sarana untuk melayani dan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat,” katanya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa kepala sekolah harus berani mengambil tanggung jawab ketika muncul persoalan di lingkungan sekolah.
Ia meminta agar budaya saling menyalahkan tidak berkembang dalam kepemimpinan sekolah.
“Tidak boleh saling menyalahkan. Khusus kepala sekolah negeri, kalau ada masalah di sekolahnya, kalian yang harus bertanggung jawab karena kalian pemimpin di wilayah situ,” tegasnya.
Ia kemudian menekankan prinsip kepemimpinan, “Good leader never plays the blame game.”
Menurutnya, pemimpin yang baik tidak sibuk mencari pihak yang harus disalahkan, tetapi melakukan evaluasi dan memperbaiki sistem agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Pendidikan Harus Berani Berubah dan Berinovasi
Menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks, Wali Kota Kupang meminta kepala sekolah tidak terjebak dalam pola lama.
Sekolah harus mampu beradaptasi, mengevaluasi pendekatan yang selama ini digunakan, serta menemukan cara baru yang lebih relevan dalam mendidik dan membina peserta didik.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
