Kelapa Lima, KupangTIMES.ID – Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Kupang periode 2021-2026, Theodora Ewalde Taek, menyampaikan catatan kritis terhadap keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB yang menetapkan Satario Pandie sebagai calon tunggal Ketua DPC sekaligus Ketua Dewan Tanfidz definitif PKB Kota Kupang.
Meski menerima keputusan tersebut, Walde menilai makna partai kader di tubuh PKB mulai memudar. Ia bahkan menyebut penunjukan Satario Pandi, yang menurutnya merupakan pendatang baru di PKB, menjadi bukti bahwa proses kaderisasi tidak lagi menjadi pertimbangan utama.
Kepada KupangTIMES.ID, Kamis (11/6/2026), politisi PKB itu mengatakan bahwa hasil penjaringan nasional yang diumumkan DPP PKB secara otomatis menetapkan Satario Pandi sebagai Ketua Dewan Tanfidz untuk menyusun kepengurusan baru menggantikan dirinya.
“Penjaringan nasional di bawah kendali Gus Halim sudah disampaikan kemarin tepat pukul 11.00 Wita. Saya termasuk salah satu ketua yang digantikan oleh saudara Satario Pandie, pendatang baru di Partai Kebangkitan Bangsa,” ujarnya.
18 Tahun Mengabdi di PKB
Theodora Ewalde Taek mengungkapkan dirinya telah menjadi kader PKB selama 18 tahun. Selama periode tersebut, ia pernah menjabat dua periode sebagai anggota DPRD Kota Kupang dan dipercaya memimpin DPC PKB Kota Kupang selama lima tahun terakhir.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










