“UMKM makanan dan kuliner kecil menjadi kelompok yang paling terpukul. Pengeluaran mereka membengkak hanya untuk membeli gas. Bahkan rumah tangga kelas menengah ke bawah juga ikut terdampak,” ujarnya.
Ia menyebut banyak keluarga akhirnya terpaksa mengurangi kebutuhan hidup lainnya demi memastikan kebutuhan dapur tetap terpenuhi.
Pertamina Ungkap Penyebab Mahalnya LPG di NTT
Menanggapi hal tersebut, pihak PT Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa tingginya harga LPG di lapangan dipengaruhi besarnya biaya distribusi di wilayah NTT yang memiliki tantangan geografis cukup berat.
Selain itu, Pertamina juga menyoroti adanya praktik penjualan kembali oleh pihak ketiga yang membeli LPG dari agen resmi lalu menjualnya dengan harga jauh lebih tinggi.
Pertamina menegaskan bahwa margin penjualan LPG sebenarnya tidak boleh melebihi Rp10 ribu per tabung. Ketentuan itu telah diperkuat melalui surat edaran kepada agen resmi maupun para pengecer LPG di Kota Kupang.
Pertamina Bangun Fasilitas SBPE di NTT
Untuk memperkuat distribusi dan menjaga ketersediaan stok, Pertamina wilayah NTT mengungkapkan saat ini tengah membangun fasilitas SBPE (Stasiun Bulk Pengisian Elpiji).
Fasilitas tersebut nantinya akan menjadi pusat penyaluran dan pengisian ulang LPG bagi agen resmi di wilayah NTT.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










