Pembangunan SBPE disebut sedang berjalan dan ditargetkan selesai dalam dua bulan ke depan. Kehadiran fasilitas itu diharapkan mampu menekan biaya distribusi sekaligus menjaga stabilitas harga LPG di masyarakat.
GMKI Desak Pengawasan Distribusi BBM dan LPG
Di akhir audiensi, GMKI Kupang mendesak Pertamina agar memperketat pengawasan distribusi LPG dengan melibatkan aparat kepolisian.
Menurut GMKI, pengawasan penting dilakukan untuk memastikan distribusi LPG dari agen resmi hingga pengecer berjalan sesuai aturan dan tidak dimanfaatkan oknum tertentu untuk mencari keuntungan.
“Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi. Krisis tidak boleh dijadikan ruang untuk mencari keuntungan di atas penderitaan masyarakat,” tegas Putra.
Selain LPG, GMKI juga meminta Pertamina memberi perhatian serius terhadap ketersediaan BBM di wilayah terpencil di NTT, khususnya daerah seperti Amfoang yang sering mengalami keterlambatan distribusi dan kelangkaan pasokan.
GMKI berharap distribusi energi di NTT dapat berjalan lebih adil dan merata tanpa membedakan wilayah perkotaan maupun daerah terpencil. (*/kt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
