iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat 0,22% di Tengah Rekor Terlemah Rupiah Sepanjang Masa

Avatar photo
Reporter : Dedy Editor: Redaksi
ihsg
  • Bagikan

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan di zona hijau setelah sempat bergerak fluktuatif sepanjang hari ini, Senin (4/5/2026). IHSG hari ini ditutup menguat 0,22% atau naik 15,15 poin ke level 6.971,95.

Meski sempat melaju kuat di awal perdagangan dengan kenaikan lebih dari 1%, laju IHSG mulai terpangkas menjadi 0,31% pada akhir sesi I. Memasuki sesi II, indeks sempat tergelincir ke zona merah hingga menyentuh level terendah di 6.946,06 sebelum akhirnya berhasil memantul kembali (rebound) menjelang penutupan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Tercatat sebanyak 340 saham menguat, 376 saham melemah, dan 243 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi pada perdagangan hari ini tergolong sangat ramai, yakni mencapai Rp21,03 triliun, yang di dalamnya termasuk transaksi di pasar negosiasi senilai Rp5,24 triliun untuk saham Pinago Utama (PNGO).

Rupiah Melemah ke Level Terendah Sepanjang Masa

Meskipun IHSG berhasil rebound, gerak indeks hari ini dibayangi oleh sentimen negatif dari pasar valuta asing. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 0,35% ke posisi Rp17.365 per dolar AS, yang menjadi level terendah sepanjang masa yang baru. Ini merupakan pelemahan rupiah selama empat hari berturut-turut.

Baca Juga:
Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas Rp67 Triliun, BGN: Hanya Operasional Kantor Pusat yang Dikepras

Namun, sentimen positif dari dalam negeri datang dari rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait kinerja perdagangan. Neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2026 kembali mencatatkan surplus sebesar US$3,32 miliar, melonjak signifikan dibandingkan surplus bulan Februari yang sebesar US$1,27 miliar.

Surplus ini ditopang oleh nilai ekspor yang mencapai US$22,53 miliar (naik 3,10% YoY) dan impor sebesar US$19,21 miliar (tumbuh 1,51% YoY). Catatan impresif ini sekaligus menandai surplus neraca perdagangan Indonesia selama 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Tiga Saham Penopang dan Tekanan Saham GOTO

Penguatan IHSG hari ini utamanya ditopang oleh aksi beli pada tiga saham berkapitalisasi pasar besar (big caps). Tiga saham yang menjadi pendorong utama indeks adalah:

  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): Menyumbang kenaikan 8,35 poin.
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Menyumbang kenaikan 7,84 poin.
  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): Menyumbang kenaikan 5,16 poin.

Di sisi lain, langkah IHSG untuk menguat lebih tinggi tertahan oleh koreksi tajam saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Saham emiten ojek online ini anjlok 5,56% ke level Rp51 per saham.

Pelemahan GOTO terjadi seiring langkah Presiden Prabowo Subianto yang resmi meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. Regulasi ini mengatur poin penting terkait pembagian pendapatan antara pihak aplikator dan pengemudi.

“Saya telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 27 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. Mereka harus diberi jaminan kecelakaan kerja, BPJS Kesehatan, dan asuransi kesehatan,” tegas Presiden Prabowo.

Selain itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengonfirmasi bahwa pemerintah telah masuk ke saham aplikator ojek online melalui Danantara, meskipun belum dirinci aplikator mana yang dimaksud.

Sentimen Global: ‘Project Freedom’ AS di Selat Hormuz

Dari kancah global, pelaku pasar terus mencermati dinamika ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS). AS melalui Presiden Donald Trump mengumumkan inisiatif “Project Freedom” untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang terhambat akibat konflik.

Militer AS mengerahkan kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat, platform tak berawak, dan 15.000 personel militer guna mengevakuasi kapal-kapal sipil non-konflik agar perdagangan dunia dapat berjalan lancar.

Pengumuman ini langsung direspons oleh pasar komoditas dengan penurunan harga minyak mentah. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli terpantau turun 0,59% ke US$101,34 per barel, sementara minyak mentah jenis Brent turun 0,27% ke posisi US$107,88 per barel.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *