iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dugaan Kerugian Negara Rp1,3 Miliar di Puskesmas Tarus, Kejari Oelamasi Turun Tangan

Avatar photo
korupsi tarus
Ilustrasi AI
  • Bagikan

“Misalnya soal honor, yang diterima Rp300 ribu, tetapi di bukti pertanggungjawaban bisa tercatat Rp500 ribu bahkan Rp1 juta. Itu salah satu contohnya,” ungkapnya.

Temuan tersebut kemudian menjadi dasar bagi Kejari Oelamasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam pengelolaan anggaran tersebut.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Lebih dari 10 Saksi Sudah Diperiksa

Dalam proses penyelidikan yang masih berjalan, Kejari Oelamasi telah memanggil dan meminta keterangan dari lebih dari 10 orang saksi yang berasal dari berbagai unsur terkait.

Pemeriksaan saksi dilakukan untuk mengumpulkan alat bukti dan memperjelas dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana BOK dan JKN di Puskesmas Tarus selama empat tahun anggaran.

Baca Juga:
Pemkot Kupang Target Pertahankan Opini WTP, Serena Francis Minta OPD Percepat Tindak Lanjut Temuan BPK

Arly menegaskan bahwa proses yang dilakukan saat ini masih berada pada tahap penyelidikan untuk mencari dan memastikan ada atau tidaknya peristiwa pidana dalam perkara tersebut.

“Kami masih mendalami dan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak untuk memastikan apakah terdapat unsur pidana dalam persoalan ini,” ujarnya.

Baca Juga:
Gubernur NTT Buka Dialog May Day 2026, Dorong Sinergi Pekerja dan Pengusaha

Dana BOK dan JKN merupakan anggaran yang diperuntukkan bagi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *