“Ada perbedaan sedikit dibandingkan dengan sebelumnya. Perbedaannya diletakkan tadi pada persoalan memberikan penghargaan kepada anggota kepolisian yang bertugas di lapangan, yang di pelosok-pelosok, bahkan sampai dengan yang melaksanakan tugas di luar negeri sebagai peacekeeper,” kata Djamari.
Ia mengatakan iklim kompetisi diperlukan untuk mendorong peningkatan kinerja di lingkungan kepolisian.
“Suasana berkompetisi perlu dihidupkan terus supaya kita mendapatkan sesuatu yang lebih baik dibandingkan pada masa-masa sebelumnya,” sambungnya.
Seleksi Melibatkan 13 Dewan Juri
Proses penilaian Kompolnas Awards 2026 melibatkan 13 orang dewan juri dari berbagai latar belakang.
Komposisi tersebut terdiri atas anggota Kompolnas, perwakilan Polri, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, media, serta konsultan independen.
Komisioner Kompolnas sekaligus Ketua Pelaksana Kompolnas Awards 2026, Ida Oetari, menjelaskan seleksi dilakukan melalui dua tahapan berjenjang.
“Tahap awal kami menjaring penilaian secara kuantitatif oleh fungsi di Mabes Polri maupun dari Posko Presisi untuk mendapatkan satker-satker terbaik. Setelah itu baru dilakukan ranking lima besar masing-masing kategori, yaitu Mabes Polri, Polda, Polres, maupun Polsek,” jelas Ida.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










