Meskipun beberapa pakar menilai karakteristik yang terlalu mirip manusia bisa memicu efek uncanny valley (rasa tidak nyaman), Moya diproyeksikan untuk membantu sektor kesehatan, pendidikan, dan layanan pelanggan dengan estimasi harga jual sekitar 1,2 juta yuan.
3. Robot Humanoid Masuk Desa Jadi Petani Teh
Tidak hanya di area perkotaan dan industri teknologi tinggi, AI China kini mulai menjamah sektor pertanian tradisional. Menjelang ajang 2026 World Humanoid Robot Games, robot humanoid diterjunkan langsung ke perkebunan teh di Provinsi Fujian untuk membantu memproduksi teh putih.
Berbeda dengan uji coba di laboratorium, robot-robot ini diuji langsung di lingkungan nyata yang dinamis. Robot petani ini dituntut untuk mampu:
- Mengenali tingkat kematangan daun teh yang tidak seragam.
- Memetik hasil panen dengan presisi tanpa merusak pohon.
- Berjalan membawa beban berat di medan berbukit yang tidak rata.
- Membantu proses pascapanen seperti penjemuran dan pemanggangan teh.
Langkah ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan embodied AI (AI yang terintegrasi dalam fisik robot), guna menciptakan teknologi pintar yang mampu beradaptasi dengan kondisi dunia nyata yang tidak terstruktur.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










