165 Anak Ikuti Jambore PART Klasis Kota Kupang, Fokus Pembentukan Karakter Iman

jambore
Sebanyak 165 anak di Kota Kupang mengikuti Jambore Pelayanan Anak, Remaja dan Taruna (PART) Klasis Kota Kupang Tahun 2026 yang berlangsung di GMIT Pohonitas Manulai II selama tiga hari, mulai Rabu (27/5/2026) hingga Jumat (29/5/2026). (Foto: Ist)
  • Bagikan

Alak, KupangTimes.ID – Sebanyak 165 anak di Kota Kupang mengikuti Jambore Pelayanan Anak, Remaja dan Taruna (PART) Klasis Kota Kupang Tahun 2026 yang berlangsung di GMIT Pohonitas Manulai II selama tiga hari, mulai Rabu (27/5/2026) hingga Jumat (29/5/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan 38 pendamping yang berasal dari 37 gereja GMIT di wilayah Kota Kupang serta satu tim Samaria dari perwakilan Klasis Kota Kupang.

Jambore PART 2026 difokuskan pada pembentukan karakter iman, kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, serta penguatan nilai kebersamaan anak-anak sejak usia dini.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Wakil Ketua Majelis Klasis Kota Kupang dan dihadiri Pemerintah Kota Kupang yang diwakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Ivan Leny Mila Meha.

Ketua Tim Pelaksana Jambore PART Klasis Kota Kupang, Rexsmith P.G. Djara Wadu mengatakan kegiatan tersebut merupakan program resmi klasis yang diputuskan dalam Sidang Klasis Tahun 2026.

“Diputuskan bersama bahwa Jemaat GMIT Pohonitos menjadi tuan rumah, kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan panitia kerja hingga pelaksanaan kegiatan,” ujar Rexsmith usai pembukaan kegiatan.

Menurutnya, setiap gereja mengirim lima anak dan satu pendamping untuk mengikuti jambore tersebut.

“Ada 48 gereja yang direncanakan ikut, namun sampai pembukaan yang terkonfirmasi sebanyak 37 gereja ditambah satu tim Samaria dari perwakilan klasis sehingga total menjadi 38 tim,” jelasnya.

Selama tiga hari kegiatan, peserta mengikuti berbagai agenda seperti workshop kesehatan, lingkungan hidup, kelas minat dan bakat, pentas seni, hingga jelajah alam.

Pada hari pertama, peserta mengikuti workshop model panel dengan tiga pemateri yang membahas kesehatan dan lingkungan hidup, kemudian dilanjutkan dengan pentas seni pada malam hari.

Sementara pada hari kedua, peserta dibagi ke dalam 16 kelas peminatan sesuai minat masing-masing peserta.

“Semua peserta sudah mendaftar sesuai minat mereka dan dibagi ke dalam kelas-kelas dengan menghadirkan pemateri profesional,” katanya.

Beberapa kelas yang disiapkan panitia meliputi musik, tari, public speaking, digital kreatif, fotografi, hingga pentas seni antarjemaat.

Selain itu, panitia juga membuka kelas khusus bagi para pendamping terkait penanganan anak bermasalah serta penguatan pelayanan anak di lingkungan gereja.

Pada hari terakhir, peserta akan mengikuti kegiatan jelajah alam dengan titik start dari depan Gereja GMIT Pohonitos dan finis di Kolam Air Sagu.

“Setelah dua hari mengikuti berbagai kegiatan, peserta diajak refreshing melalui jelajah alam lalu ditutup dengan acara penutupan pada malam hari,” tambah Rexsmith.

Ia menjelaskan, seluruh peserta diinapkan di rumah-rumah warga jemaat selama kegiatan berlangsung. Konsep tersebut sengaja dirancang agar anak-anak dapat belajar hidup bersama masyarakat secara langsung.

“Ini menjadi bagian penting dari pembentukan iman sesuai tema kegiatan,” ujarnya.

Menurut Rexsmith, konsep jambore yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat diharapkan mampu membentuk kemampuan anak dalam berinteraksi sosial, menjaga kebersihan, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kota Kupang terhadap pelaksanaan Jambore PART Tahun 2026.

Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Tim Klasis Kota Kupang di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Kupang pekan lalu.

“Ini kegiatan yang sangat baik untuk pendidikan rohani dan pembinaan anak muda. Pemerintah Kota Kupang mendukung langkah Klasis Kota Kupang,” ujar Serena.

Menurutnya, kegiatan jambore bukan sekadar pertemuan anak-anak gereja, tetapi menjadi wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta ruang belajar yang sehat bagi generasi muda Kota Kupang. (*/kt1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version