Menurutnya, semangat kolaborasi seperti itu menjadi modal penting dalam membangun Kota Kupang yang semakin maju dan inklusif.
“Orang bisa berbicara tentang kolaborasi, tetapi keluarga besar Madura membuktikannya. Gotong royong seperti inilah yang menjadi kekuatan dalam membangun Kota Kupang,” katanya.
Christian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman budaya yang menjadi ciri khas Kota Kupang.
Ia menegaskan bahwa identitas budaya bukanlah faktor pemisah, melainkan kekuatan yang memperkaya kehidupan masyarakat.
“Menjadi orang Madura sekaligus menjadi warga Kota Kupang bukan dua identitas yang bertentangan, tetapi saling menguatkan. Harmoni bukan berarti kita harus sama, melainkan mampu hidup berdampingan dalam keseimbangan, saling menghormati, dan saling mendukung,” tegasnya.
Pemkot Kupang Buka Ruang Kolaborasi dengan Seluruh Paguyuban
Christian menekankan bahwa pembangunan Kota Kupang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia, penguatan toleransi, dan persaudaraan antaretnis.
Karena itu, Pemerintah Kota Kupang membuka ruang kolaborasi dengan seluruh organisasi kemasyarakatan dan paguyuban, termasuk KKMF.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










