“Ini yang betul-betul kita namakan event budaya. Tidak hanya mengkonsepkan budaya modern melalui fashion show, tetapi juga melibatkan budaya asli Timor,” ujar Serena.
Pesta Rakyat Harus Berdampak bagi UMKM
Serena menegaskan, pesta rakyat tidak seharusnya hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat. Kegiatan budaya juga harus memberikan manfaat ekonomi dan membuka peluang bagi pelaku usaha lokal.
Ia mengapresiasi keterlibatan 24 pelaku UMKM yang membuka stan selama kegiatan berlangsung.
“Saya senang melihat kegiatan ini juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM. Pesta rakyat harus memberi manfaat. Masyarakat bergembira, budaya tampil dan pelaku usaha mendapat kesempatan untuk tumbuh,” katanya.
Serena mengajak masyarakat untuk mencintai sekaligus membeli produk lokal Liliba dan Kota Kupang. Menurutnya, keputusan membeli produk UMKM turut membantu keluarga dan usaha kecil masyarakat agar terus berkembang.
Ia juga meminta agar aktivitas 24 pelaku UMKM tidak berhenti setelah Pesta Rakyat Liliba 2026 berakhir.
Serena mendorong panitia berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kota Kupang agar para pelaku UMKM dapat didata dan diarahkan untuk mengikuti SABOAK Sunday Market. Dengan demikian, pelaku usaha memiliki ruang pemasaran yang lebih berkelanjutan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
