Politikus yang akrab disapa Ijeck tersebut menilai teknologi telekomunikasi dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari sistem peringatan dini nasional.
Dengan integrasi tersebut, masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak dapat menerima notifikasi secara langsung ketika terjadi gempa.
Belajar dari Sistem Peringatan Gempa Jepang
Musa mencontohkan sistem peringatan dini gempa yang diterapkan di Jepang. Menurutnya, masyarakat di negara tersebut dapat menerima peringatan langsung melalui telepon seluler ketika gempa terdeteksi.
“Saya lihat di Jepang, begitu ada gempa, handphone langsung memberikan alert yang berisi lokasi dan kekuatan gempa. Kita belum seperti itu, padahal alatnya sudah ada,” katanya.
Ia menilai Indonesia perlu mengkaji penerapan sistem serupa dengan menyesuaikannya terhadap kondisi geografis dan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.
Integrasi antara BMKG dan penyedia layanan telekomunikasi dinilai dapat mempercepat distribusi informasi penting, seperti lokasi pusat gempa, kekuatan gempa, serta potensi risiko yang ditimbulkan.
Edukasi Mitigasi Bencana Harus Dimulai dari Sekolah
Selain memperkuat teknologi peringatan dini, Musa juga mendorong pemerintah meningkatkan edukasi mitigasi bencana sejak usia dini.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.







