Kupang, KupangTimes.ID – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026. Kepastian tersebut disampaikan dalam rapat antara Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Kamis (30/4/2026), di Ruang Rapat Gubernur.
Pertemuan ini juga membahas persiapan pelaksanaan HLUN 2026 serta rencana pembangunan Sekolah Rakyat di sejumlah wilayah di NTT.
Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos RI, Supomo, menyampaikan bahwa penunjukan NTT sebagai tuan rumah merupakan keputusan langsung Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
“Pak Menteri telah menetapkan NTT sebagai lokasi perayaan Hari Lanjut Usia Nasional 2026. Konsekuensinya, harus ada peningkatan layanan bagi para lansia,” ujarnya.
Fokus Layanan Langsung untuk Lansia
Berbagai kegiatan sosial telah disiapkan untuk menyemarakkan HLUN 2026. Di antaranya operasi katarak, bantuan alat bantu seperti kursi roda, alat bantu dengar dan kacamata, pemeriksaan kesehatan fisik dan mental, hingga layanan fisioterapi.
Selain itu, program lain mencakup donor darah, pemberdayaan lansia, bantuan bagi eks penderita kusta, dukungan kewirausahaan, program duta lansia, hingga bantuan bagi korban TPPO dan ODHA, serta pelunasan biaya pendidikan bagi anak yatim piatu yang diasuh oleh lansia.
“Penekanan utama adalah bantuan diberikan dalam bentuk layanan langsung, bukan uang,” tegas Supomo.
Sekolah Rakyat Didorong Segera Terwujud
Dalam rapat tersebut, Kemensos juga menyoroti rencana pembangunan Sekolah Rakyat di beberapa kabupaten di NTT. Pemerintah daerah diminta segera melengkapi persyaratan administratif dan teknis agar proyek dapat segera direalisasikan.
Menanggapi hal itu, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada NTT sebagai tuan rumah HLUN 2026.
“Kami siap menyukseskan perayaan ini dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan maksimal,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran Dinas Sosial dan Komda Lansia di seluruh wilayah NTT untuk serius mengawal program tersebut.
“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada lansia yang selama ini masih kurang mendapat perhatian,” tegasnya.
Terkait Sekolah Rakyat, Gubernur Melki menyebut program tersebut sebagai langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
“Ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di NTT,” tambahnya.
Kepala Dinas Sosial NTT, Rossy Maria Hedwina, memastikan pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan HLUN 2026 dengan melibatkan seluruh Dinas Sosial kabupaten/kota.
Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Kementerian Sosial, jajaran perangkat daerah Provinsi NTT, Wali Kota Kupang, serta para bupati se-NTT yang mengikuti secara virtual. (*/kt1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





