“Mahasiswa akan berkolaborasi dengan masyarakat dalam berbagai kegiatan, termasuk program pemberdayaan, bakti sosial, penyuluhan hingga kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan,” ujarnya.
Bukan Sekadar KKN, tetapi Memindahkan Ruang Belajar ke Desa
Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th, menegaskan bahwa program KKN bukan hanya menjadi kewajiban akademik, melainkan bagian dari transformasi pendidikan tinggi yang membawa kampus lebih dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, selama ini mahasiswa belajar di ruang kuliah. Kini saatnya ilmu yang diperoleh diterapkan langsung untuk membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan di desa.
“IAKN Kupang sedang memindahkan ruang belajarnya ke tengah masyarakat. Desa menjadi laboratorium pembelajaran yang produktif sekaligus transformatif. Di sana mahasiswa mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari selama kurang lebih tiga tahun,” katanya.
Ia menambahkan, kehadiran mahasiswa tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi tolok ukur kualitas lulusan dan reputasi perguruan tinggi.
Pengalaman selama berada di desa akan menjadi bahan evaluasi bagi kampus dalam meningkatkan mutu pendidikan agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Mahasiswa Ingin Membawa Perubahan
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Kristen, Priskila Edon, mengaku ingin memanfaatkan kesempatan KKN untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










