Ia menambahkan, kualitas generasi muda yang dipersiapkan sejak sekarang akan turut menentukan masa depan Kota Kupang dan Indonesia.
Karena itu, pendidikan, kebiasaan membaca, serta pembentukan karakter harus menjadi fondasi dalam menciptakan generasi yang tidak hanya unggul dalam penguasaan teknologi, tetapi juga kritis, kreatif, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.
Serena berharap Festival Literasi Kota Kupang tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, festival harus menjadi ruang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap pengetahuan sekaligus memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengekspresikan ide dan mengembangkan potensi diri.
Ia menegaskan, pemerintah dapat menyediakan fasilitas dan ruang belajar, tetapi keberhasilan membangun budaya membaca membutuhkan dukungan nyata dari keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat.
Festival Literasi Kota Kupang Libatkan 600 Peserta
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang, Franky Amalo, menjelaskan bahwa Festival Literasi Kota Kupang 2026 melibatkan sekitar 600 peserta.
Peserta terdiri atas siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), serta Sekolah Luar Biasa (SLB).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
