Selain pelajar, kegiatan ini juga melibatkan pengelola perpustakaan kelurahan dan berbagai komunitas di Kota Kupang.
Selama tiga hari pelaksanaan, panitia menghadirkan beragam agenda untuk memperluas ruang kreativitas dan memperkenalkan berbagai bentuk kegiatan literasi kepada masyarakat.
Sejumlah kegiatan tersebut meliputi pameran buku, pameran karya literasi, gelar wicara (talk show), pameran arsip, sayembara arsip sejarah Kota Kupang, bedah buku, pentas seni dan budaya, pentas karya literasi, hingga pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui berbagai kegiatan tersebut, festival diharapkan menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan minat baca, memperkenalkan karya, berbagi pengetahuan, serta menyalurkan kreativitas.
Dinas Perpustakaan Harapkan Dukungan Anggaran untuk Keberlanjutan Festival
Di sisi lain, Franky Amalo mengungkapkan bahwa pelaksanaan Festival Literasi Kota Kupang 2026 mendapat dukungan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik dari pemerintah pusat.
Namun, berdasarkan informasi yang diterima, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang tidak lagi memperoleh dukungan dana tersebut pada tahun anggaran 2027 sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










