Menurutnya, perbedaan pandangan di lingkungan kampus merupakan hal yang wajar, namun tidak boleh menjadi penghalang untuk bekerja sama membangun institusi.
“Banyak harapan masyarakat NTT yang dititipkan kepada Undana. Kita harus terus menjadi institusi yang berdampak. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengedepankan semangat kebersamaan untuk melayani mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian karena disampaikan di tengah momentum refleksi hampir enam bulan kepemimpinannya sebagai Rektor Undana.
Pesan Tentang Kegagalan yang Menginspirasi
Tidak hanya berbicara soal lingkungan dan kebersamaan, Prof. Jefri Bale juga menyampaikan pesan yang menyentuh tentang pentingnya berdamai dengan kegagalan.
Menurutnya, kegagalan merupakan bagian dari perjalanan yang harus diterima setiap individu maupun institusi untuk terus berkembang.
“Kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang membuat institusi dan pribadi kita semakin kuat serta dewasa,” tuturnya.
Pesan tersebut mendapat respons positif karena dinilai relevan bagi mahasiswa maupun civitas akademika dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan dan kehidupan.
Bangun Kampus Bersih dan SDM Unggul
Melalui aksi pungut sampah ini, Undana berharap dapat menumbuhkan budaya hidup bersih dan sehat yang berkelanjutan di lingkungan kampus.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
