Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT mendorong transformasi tenaga kerja melalui peningkatan kapasitas, pelatihan, dan sertifikasi kompetensi. Gubernur juga menekankan pentingnya keselarasan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri (link and match), serta memperluas akses informasi pasar kerja.
Di sektor pekerja migran, Pemprov NTT menghadirkan solusi melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus guna mencegah praktik percaloan dan eksploitasi. Selain itu, direncanakan pembukaan jalur penempatan tenaga kerja langsung dari Kupang ke luar negeri untuk meningkatkan pengawasan dan perlindungan.
Tak hanya itu, Gubernur turut mendorong lahirnya wirausaha baru dari kalangan pekerja. Melalui dukungan pembiayaan KUR dan pembinaan UMKM, pekerja diharapkan mampu “naik kelas” menjadi pelaku usaha.
“May Day tidak hanya menjadi momentum memperjuangkan hak pekerja, tetapi juga menjadi titik awal bagi pekerja untuk bermimpi dan mempersiapkan diri menjadi pengusaha,” tegasnya.
Sementara itu, panitia kegiatan melaporkan bahwa dialog ini bertujuan memperkuat pemahaman terkait perlindungan tenaga kerja, menciptakan hubungan industrial yang harmonis, serta membangun kolaborasi lintas sektor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










