Genjot PAD hingga 50 Persen, Pemkot Kupang Perkuat Pembiayaan Daerah demi Kesejahteraan Warga

ilustrasi
Ilustrasi
  • Bagikan

“Proyeksinya lebih baik dari tahun kemarin. Selisihnya ada lebih dari Rp2 miliar,” katanya.

Salah satu peningkatan paling signifikan berasal dari sektor pajak air tanah. Jika pada tahun 2025 realisasinya hanya sekitar Rp15 juta, maka hingga semester pertama 2026 telah mencapai sekitar Rp122 juta, mendekati target tahunan sebesar Rp200 juta.

Baca Juga:
Pemkot Kupang Target Pertahankan Opini WTP, Serena Francis Minta OPD Percepat Tindak Lanjut Temuan BPK

Melihat perkembangan tersebut, Bapenda optimistis target PAD tahun 2026 sebesar Rp133,9 miliar dapat tercapai.

PAD Diperkuat untuk Dukung Pembangunan Daerah

Wali Kota Kupang, Chris Widodo, menegaskan bahwa peningkatan PAD menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam memperkuat pembiayaan pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga:
Gubernur NTT Buka Dialog May Day 2026, Dorong Sinergi Pekerja dan Pengusaha

Menurutnya, berbagai potensi pendapatan terus dioptimalkan, termasuk mencari sumber-sumber pendapatan baru agar kemampuan fiskal daerah semakin kuat.

Namun demikian, ia mengakui bahwa kemampuan keuangan daerah masih belum sepenuhnya mandiri sehingga dukungan pemerintah pusat tetap menjadi kebutuhan penting.

Dana Transfer Pusat Masih jadi Penopang

Chris Widodo menyampaikan bahwa hingga saat ini sebagian besar pemerintah daerah di Indonesia masih bergantung pada Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version